Sabtu, 21 Juni 2014

Psikologi Sekolah

Temen-temen, kita pasti udah pernah dengar psikologi sekolah kan? Nah, sekarang apa temen-temen tau peran apa aja sih yang dimiliki oleh psikolog sekolah???? Kali ini saya mau berbagi sedikit tentang Psikologi Sekolah. Selamat membaca :) 

Kedudukan Psikologi Sekolah
  •  Psikologi sekolah berada di bawah naungan psikologi pendidikan, dimana psikologi sekolah berfokus pada pendidikan yang diberikan secara formal, yakni dimulai dari tingkat Playgroup sampai ke SMA. Psikologi sekolah membahas hanya sebagian dari psikologi pendidikan, dimana psikologi sekolah menekankan bagaimana cara anak menerima pelajaran dengan lebih efektif, misalnya menyesuaikan kematangan fisik anak dengan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan anak dalam memperkuat informasi yang diterimanya selama masa sekolah. 


Perbedaan Psikologi Sekolah & Psikologi Pendidikan
  • Psikologi sekolah merupakan profesi dengan area kerja yang lebih sempit jika dibandingkan dengan Psikologi pendidikan. Biasanya psikolog yang bekerja di bidang pendidikan dibedakan atas Psikolog Pendidikan dan Psikolog Sekolah. Peran psikolog Sekolah lebih ditekankan sebagai ahli npsikolog sekolah (school psychologist), ahli psikolog masyarakat (community psychologist), dan sebagai guru bidang studi Psikologi Pendidikan. Terdapat penekanan fungsi peran psikolog sekolah pada tercapainya fungsi dan tujuan pendidikan di sekolah itu sendiri.  Antara lain yaitu, melakukan diagnostik dalam arti luas, pelaksanaan tes, melakukan wawancara dengan siswa, guru, orangtua dan orang lain yang mempengaruhi pendidikan siswa; serta mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa. Dan bila Psikolog sekolah ahli menerapkan profesi psikologi sekolah, maka psikolog pendidikan kebanyakan bekerja di fakultas dalam lingkungan universitas  atau di lembaga penelitian seperti lembaga pendidikan dan latihan(diklat). Dan lebih berfokus pada riset pendidikan dan pengembangan metode belajar yang meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.
Metode dalam sistem pengajaran:
  1. Metode ceramah
  2. Metode tanya jawab
  3. Metode Diskusi
  4. Metode Kerja Kelompok
  5. Metode demonstrasi dan eksperimen
  6. Metode sosiodrama dan bermain peran
Peran psikolog sekolah dalam bimbingan di Taman Kanak-kanak (TK) adalah:

· Membantu anak agar anak dapat membantu dirinya sendiri untuk mengadakan penyesuaian pribadi &     penyesuaian sosial
· Membantu anak agar mampu melewati masa-masa transisi dari lingkungan keluarga/rumah ke lingkungan teman sebaya & guru/sekolah; dari suasana bebas ke suasana disiplin & menghargai hak orang lain.

Peran psikolog sekolah dalam bimbingan di Sekolah Dasar (SD) sebagai berikut:
·  Membantu anak menguasai bahan ajaran tuntutan kurikuler
· Membantu anak dalam membuat pilihan dan menentukan bahan ajaran yang cocok
· Membantu anak mempunyai pola tingkah laku belajar yang mendukung
· Membantu anak dalam menumbuhkan disiplin belajar anak dan terlatih
· Membantu anak dalam memecahkan masalah-masalah belajar yang dihadapi murid.

Peran psikolog sekolah dalam bimbingan di Sekolah Menengah Pertama :
· Memberikan bimbingan belajar, karena cara belajar din SLTP berbeda dengan di SD.
· Bimbingan tentang muda-mudi, karena pada usia ini mereka mulai mengenal hubungan cinta kasih (Gibson dan Mitchell).
· Pada usia ini mereka mulai membentuk kelompok sebaya(peer group), maka program bimbingan belajar hendaknya juga menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan social.
· Bimbingan yang berorientasi pada tugas-tugas perkembangan anak usia 12-15 tahun.
· Bimbingan karir baik yang menyangkut pemahaman tentang dunia pendidikan ataupun pekerjaan.

Peran psikolog sekolah dalam bimbingan di Sekolah Menengah Atas :
· Memberikan pengajaran mengenai hubungan muda-mudi/hubungan sosial.
· Pemberian informasi pendidikan dan jabatan.
· Bimbingan cara belajar

Perbedaan psikolog sekolah, psikolog pendidikan & guru BK

Peran Psikolog sekolah yaitu harus mampu meningkatkan kualitas sekolah, Psikolog sekolah bisa memberikan penilaian intelegensia guru, inovasi guru dalam mengajar, dan lain sebagainya.

Psikolog pendidikan, biasanya ditempatkan di sekolah-sekolah umum maupun swasta dari berbagai jenjang (play group hingga SMA). Psikolog pendidikan memiliki andil dalam merancang kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Selain itu, psikolog pendidikan berperan untuk senantiasa memonitor perilaku anak didik di lingkungan sekolah, keluarga ataupun masyarakat melalui komunikasi dua arah dengan orang tua anak.

Guru bimbingan konseling /konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pembimbingan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan konseling /konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah.



Jumat, 06 Juni 2014

Pedagogi & Andragogi

Selamat malam! Kali ini saya ingin menulis mengenai pedagogi & andragogi (ya iyalah judulnya aja udah begitu hehe). Teman-teman udah pada tau belum tentang kedua istilah itu? Bagi yang belum tau, boleh lanjut baca paragaraf dibawah yah J  

Pedagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Dalam pedagogi ini proses pembelajar disebut dengan siswa atau anak didik. Metode yang digunakan dalam proses belajar bersifat pasif seperti ceramah dimana guru sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide dan contoh. Siswa hanya dapat belajar berdasarkan pengetahuan teoritis yang disampaikan oleh guru. Hal ini membuat peserta didik hanya memiliki sedikit pengalaman karena mereka tidak bisa bebas memberikan atau berbagi pengetahuan. Gaya belajar yang digunakan didalamnya bersifat dependen, siswa hanya hanya bisa menerima informasi maupun pengetahuan dari guru. Dari hal itu lah yang membuat murid menjadi bergantung pada guru, apa yang disampaikan guru lah yang mereka terima. Apabila dirumah mereka belajar oleh orang tua dan apa yang diajarkan oleh orang tua mereka berbeda dengan apa yang di katakana guru mereka cenderung menolak dan mengatakan ‘tapi kata guru bukan seperti itu harusnya seperti ini’. Dalam orentasi belajar, murid berpusat paa substansi mata pelajaran, dimana murid hanya akan menerima pengetahuan atau informasi tidak secara luas. Mereka hanya akan belajar sesuai apa yang telah di rencakan oleh guru mereka sebelumnya.

Kalau tadi sudah bahas pedagogi sekarang masuk keadalam andragogi. Andragogi ini bertolak belakang dengan pedagogi. Jika pedagogi berfokus pada anak murid atau siswa, maka fokus andragogi lebih pada orang dewasa. Andragogi merupakan proses untuk melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Pembelajar disebut dengan peserta didik atau warga belajar. Dalam hal ini mahasiswa sudah termasuk dalam andragogi. Kenapa? Karena dalam proses belajar mahasiswa-lah yang berkontribusi langsung di dalamnya. Dalam hal ini mahasiswa harus bisa aktif untuk mencari informas-informasi mengenai pelajaran. Mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan dosen untuk mendapatkan informasi pengetahuan karena dalam hal ini dosen hanyalah sebagai fasilitator. Dalam andragogi ini gaya belajar bersifat independen dan tujuan yang bersifat fleksibel, maksudnya adalah mahasiswa bisa bebas menyampaikan atau berbagi pengetahuan dan memberikan feedback bagi dosen maupun sesama mahasiswa lain. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik dianggap sebagi sumber daya utama untuk ide-ide dan contoh. Selain itu, peseta didik juga akan lebih memiliki banyak pengalaman untuk berkontribusi didalamnya.

Teman, sekarang udah tau kan sekilas tentang pedagogi dan andragogi? Dengan membaca kedua paragaraf di atas kita sudah lebih bisa membedagakan antara keduanya. Sekarang saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya yang berkaitan dengan judul blog saya kali ini.

Hari ini saya mengikuti 2 mata kuliah dimana yang salah satunya adalah Psikologi Pendidikan. Mata kuliah ini lah yang memberikan saya pengetahuan tentang Pedagogi dan Andragogi. Pagi ini, saya dan teman-teman 2013 genap mendapatkan pengalaman belajar yang menurut saya menyenangkan. Kenapa? Soalnya, hari ini kami belajar sambil bermain (yeayyy!!!) Dosen kami, Ibu Dina memberikan selembar kertas pada setiap mahasiswa. Dalam kertas itu ada tulisan dimana tulisan di setiap kertas berbeda. Kemudian dosen memberikan instruksi kepada kami untuk mencari kelompok yang sesuai dengan tulisan yang ada dikertas. Melalui tulisan-tulisan itulah akan menunjukan perbedaan dari Pedagogi dan Andragogi. Selain itu juga menunjukkan indikator beserta asumsi-asumsi mengenai keduanya. Saya sendiri mendapatkan kertas yang bertuliskan 'berharga kecil'. Saya bingung dengan maksud dari kata tersebut. Kami mulai sibuk mencari kelompok yang sesuai dengan tulisan dalam kertas kami. Setiap dari kami saling bertanya dan memberikan pendapat tenang tulisan di kertas ini masuk kedalam kelompok yang mana.  Melalui pengalaman belajar hari ini saya mendapatkan hal-hal yang menurut saya sesuai dengan gambaran tentang andragogi. Perkuliahan Psi. Pendidikan hari ini menunjukkan bahwa kami mahasiswa harus aktif untuk berusaha untuk mencari tau perbedaan antara Pedagogi dan Andragogi, indikator dan asumsi-asumsi mengenai kedua hal tersebut. Mahasiswa bisa terlibat langsung dalam pembelajaran, jika mahasiswa bersifat pasif atau berdiam diri saja mana mungkin bisa tau mengenai hal-hal tersebut. Maka dari itu, mahasiswa harus bisa mandiri untuk mendapatkan informasi. Keaktifan dari mahasiswa bisa dilihat dari usaha kami untuk saling bertanya satu sama lain. Mahasiswa juga akan mendapat pengalaman yang lebih banyak dibandingkan siswa karena mahasiswa bisa saling memberi feedback. Kalau saya bandingkan dengan pengalaman saya sewaktu sekolah contohnya saja pada saat duduk di Sekolah Dasar (SD), saya hanya bisa duduk dan mendengarkan materi yang disampaikan guru tanpa memberikan tanggapan atau feedback. Hal tersebut membuat saya hanya mendapat sedikit pengetahuan dan cenderung menjadi pasif. Guru yang merupakan sumber informasi bagi murid, hanya akan memberikan pelajaran dengan berpedoman pada logika materi pelajaran tanpa ada pengaplikasian.

Jadi, teman-teman setelah baca keseluruhan tulisan diatas… kalian masuk kedalam pedagodi atau andragogi?