BAB I
ARTIKEL KASUS
Kisah Dan Motivasi Pengusaha Muda
Yang Sukses
Apakah anda pernah mendengar seorang buruh
di Pabrik
Kayu atau tukang penjaga warnet menjadi pengusaha
muda yang sukses? ya… terkadang kita hanya memandang sebelah
mata orang-orang seperti itu. Tapi apa anda percaya jika
orang yang di sebut di atas memiliki usaha clothingan yang sukses, itulah
yang terjadi pada Ahmad Anggoro seorang pemuda 22 tahun, yang menjadi
pengusaha muda yang sukses.
Ya… Ahmad Anggoro Pria asal Kediri
kelahiran 9 september 1991 ini telah memiliki usaha clothing dengan
omset 100 juta /bulan. Tidaklah mudah mendapatkan
itu semua. Dia memulai bisnisnya dari nol. Pemuda
asal Kediri ini bukanlah orang kaya, Bapaknya
hanyalah petani tebu dan ibu seorang pedagang di pasar.
Anak sulung dari 3 bersaudara ini tidak
pernah
membayangkan akan memiliki bisnis yang sukses seperti ini karena dia tidak
memiliki keterampilan yang hebat, Ahmad hanyalah lulusan SMK swasta di Kediri.
Setelah lulus SMK dia nekat merantau ke
Jakarta dengan bermodalkan keterampilan menggambar. Ijazah
SMK dan ongkos yang terbatas ia berharap menjadi orang sukses tapi menjadi
orang sukses di Jakarta tidaklah mudah, itulah yang di rasakan Ahmad saat
pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta. Dia bingung pekerjaan apa yang harus
dia cari karna dia hanya lulusan SMK.
Sesampainya di Jakarta ia mencari kontrakan
kecil di daerah Jakarta Timur. Singkat cerita Ahmad pun mendapatkan
pekerjaan sebagai buruh di pabrik kayu dengan penghasilan pas-pasan, tapi Ahmad tetap mensyukurinya. Setelah
2 bulan bekerja di pabrik kayu Ahmad pun keluar dan beralih pekerjaan sebagai
penjaga warnet yang gajinya hanya 700rb /bulan. Ahmad pun mulai berpikir apakah
dengan gaji 700rb/bulan dia cukup untuk membayar kontrakan dan biaya hidup
sehari-hari sementara kebutuhan hidup di jakarta sangatlah mahal. Akhirnya
dia mencoba untuk terjun ke dunia bisnis. Ahmad pun memilih bisnis di bidang
clothing karena ia melihat makin banyaknya remaja yang suka membeli pakaian
dengan harga mahal. Ahmad pun melihat bahwa ini peluang bisnis
yang menjanjikan dan ia mulai mempelajari cara membuat kaos.
Bermodalkan keterampilan menggambar dan
uang 2 juta rupiah yang ia tabung dari hasil kerjanya
selama 1 tahun, ia pun membeli kaos lusinan dan mendisain
gambar untuk kaos buatannya, setelah itu Ahmad mencari tukang sablon dan
membuat label sendiri karna memiliki label sendiri sangatlah menguntungkan
ketimbang menjual label orang lain.
Setelah kaosnya jadi,
Ahmad mulai memasarkan kaos buatan dia
kepada teman-temannya melalui jejaring
sosial serta melalui brosur. Tetapi
bisnis Ahmad tidak berjalan mulus, di tahun pertamanya tepatnya 2010 ia rugi
besar uangnyaa di curi oleh temannya
sendiri dan produknya kurang laku di pasaran karena kalah dengan
produk-produk terkenal yang telah ada. Ahmad hampir putus asa dan menyerah
dengan usaha bisnisnya tersebut.
Tapi Ahmad tidaklah patah semangat ia
mencoba dan terus mencoba membuat kaos dengan inovasi dan model yang modern,
ia juga terus mengasah keterampilan mendisain kaos. Alhasil di tahun 2011
prodaknya pun mulai di kenal orang karena kualitas
dan modelnya yang beragam. Ia
pun mulai meraup keuntungan yang lumayan besar. Ia membandrol kaos buatannya
seharga 100rb, dengan modal 1 kaos 30/40rb Ahmad dapat mengambil keuntungan
sekitar 60 s/d 70 rb per kaos dan per bulannya ia dapat menjual 50 s/d
70 potong kaos.
Semakin lama usahanya
pun semakin berkembang sampai-sampai Ahmad bisa memililiki store sendiri dan
mampu membeli alat sablon printing
untuk meningkatkan kualitas prodaknya. Ahmad pun mulai
membuat produk lain, sekarang ia tidak hanya memproduksi kaos tetapi ia juga
memproduksi tas, topi, celana, sweter, jaket, dompet
dll.
Ahmad sangat bersyukur kepada Allah SWT, yang
telah memngubah jalan hidupnya menjadi orang sukses. Tidak lupa juga ia
bertrimakasih kepada ke dua orang tuanya yang senantiasa
mendoakannya agar menjadi orang yang sukses
Di usianya yang ke 22 tahun, Ahmad
Anggoro sudah memiliki 50 orang pekerja, rumah pribadi, mobil pribadi
serta memberangkatkan ke dua orangtuanya untuk pergi haji,
sungguh pemuda yang sukses.
Sekarang di tahun 2013 produk yang ia beri
nama Enter Cloth dapat bersaing dengan branded terkenal seperti Crooz Apparel, Void,Suicide
Anthem, Moorage, Bloods dll.
Itulah sepenggal kisah Ahmad Anggoro dari orang biasa
menjadi orang yang luar biasa, maka dari itu jika ingin menjadi
pembisnis/pengusaha yang sukses buang jauh-jauh kata putus asa karena di balik
badai yang menghadang pasti ada sinar yang dapat mengubah keputus asa`an
menjadi semangat yang berkobar.
BAB II
TEORI
Dalam
dunia psikologi ada sebuah teori kebutuhan yang memotivasi seseorang untuk
melakukan sesuatu. Teori tersebut dikembangkan oleh David McClelland sehingga
sering disebut sebagai teori motivasi McClelland. McClelland
(dalam Satiadarma, 2000) mengajukan teori motivasi yang didasari oleh pemenuhan
kebutuhan (need achievement theory) di mana salah satu komponennya adalah
kepribadian individu.
McClelland (dalam Walgito, 2010) mengemukakan bahwa motif sosial
merupakan motif yang kompleks dan merupakan sumber dari banyak perilaku atau
perbuatan manusia. Motif sosial merupakan hal yang penting untuk mendapatkan
gambaran tentang perilaku individu dan kelompok David McClelland (dalam
Robbins, 2001) dalam teorinya Mc.Clelland’s Achievment Motivation Theory atau
teori motivasi prestasi McClelland mengemukakan bahwa individu mempunyai
cadangan energi potensial, bagaimana energi ini dilepaskan dan dikembangkan
tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu dan situasi serta
peluang yang tersedia. Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan yaitu
kebutuhan akan prestasi (achiefment), kebutuhan kekuasaan (power), dan
kebutuhan afiliasi.
Masing-masing invididu memiliki kebutuhan
sendiri-sendiri sesuai dengan karakter serta pola pikir. Dalam implementasinya,
seseorang yang cenderung memiliki salah satu kebutuhan yang tinggi pada ketiga
kebutuhan diatas akan lebih cocok pada satu posisi tertentu dalam sebuah
pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki need of power tinggi
cenderung lebih cocok ditempatkan sebagai pemimpin sedangkan seseorang yang
cenderung memiliki need of
affiliation yang tinggi
lebih suka dengan suasana kerja tim yang memiliki banyak interaksi antar
individu.
a)
Need for
Achievment
1. Keinginan
yang kuat untuk bertanggung jawab secara pribadi.
2. Kecenderungan
memilih tingkat kesulitas sedang dalam membuat target dan
mengambil resiko.
3. Keinginan
yang kuat untuk mengkonkritkan umpan balik.
4. Menyukai
kegiatan menyelesaikan tugas semaksimal mungkin.
b)
Need
for Power
1. Menyukai
kegiatan mengarahkan dan mengendalikan orang.
2. Memperhatikan hubungan antara pemimpin dan pengikut.
3. Menikmati berkompetisi.
c)
Need
for Affiliation
1. Ingin
disukai oleh banyak orang.
2. Lebih
suka bekerjasama.
3. Berupaya
untuk menjalin hubungan dengan semua orang.
4. Mencari
peluang untuk berkomunikasi.
BAB III
PEMBAHASAN
Dalam teori kebutuhan yang
dikembangkan oleh McClelland, motivasi merupakan pendorong sesorang untuk dapat
melakukan sesuatu. Dari kisah Ahmad Anggoro, dia termotivasi untuk bisa menjadi
orang sukses, hal ini mendorong dia untuk merantau ke Jakarta dengan modal
keterampilan menggambar, ijazah SMK dan ongkos yang terbatas. Di Jakarta dia
mendapat pekerjaan sebagai buruh pabrik kayu dengan penghasilan pas-pasan, maka
dari itu Ahmad berpikir untuk mencoba terjun ke dunia bisnis.
Ahmad tau bahwa biaya hidup di
Jakarta memanglah tidak murah dan mencari pekerjaan di Jakarta pun tidaklah
mudah, namun dia tetap nekat pergi merantau ke sana. Dia hanya berharap bahwa
suatu saat dia akan menjadi orang sukses. Hal tersebut menggambarkan bahwa
Ahmad adalah seorang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi. Kemudian,
ketika Ahmad mengalamai kerugian besar ditengah proses bisnisnya, dia tidak
patah semangat dan tetap mencoba membuat kaos dengan inovasi dan model yang
modern. Bisa dikatakan bahwa Ahmad memilih tingkat kesulitas dalam membuat
target dan mengambil resiko.
Di dalam need of achievement juga
dikatakan bahwa seseorang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi akan
berkeinginan kuat untuk bertanggung jawab secara pribadi. Sebagai contohnya,
Ahmad yang menyadari bahwa gajinya dari hasil bekerja di pabrik kayu pas-pasan
dan dia mulai berfikir bahwa gaji tersebut tidak akan cukup untuk membayar
kontrakan dan biaya hidupnya sehari-hari. Dia merasa bertanggung jawab terhadap
hidupnya sendiri, jadi dia memutuskan untuk mencari uang tambahan dengan mulai
terjun ke dunia bisnis. Ahmad memilih bisnis dibidang clothing.
Sumber :

