Kamis, 25 Desember 2014

Analisis Fenomena Berdasarkan Teori David McClelland

BAB I
ARTIKEL KASUS

Kisah Dan Motivasi Pengusaha Muda Yang Sukses
OPINI | 16 October 2013 | 12:28http://assets.kompasiana.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_baca.gif Dibaca: 6363   http://assets.kompasiana.com/statics/kompasiana4.0/images/img_komen.gif Komentar: 2   http://assets.kompasiana.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_nilai.gif 1
Apakah anda pernah mendengar seorang buruh di Pabrik Kayu atau tukang penjaga warnet menjadi pengusaha muda yang sukses? ya… terkadang kita hanya memandang sebelah mata orang-orang seperti itu. Tapi apa anda percaya jika orang yang di sebut di atas memiliki usaha clothingan yang sukses, itulah yang terjadi pada Ahmad Anggoro seorang pemuda 22 tahun, yang menjadi pengusaha muda yang sukses.
Ya… Ahmad Anggoro Pria asal Kediri kelahiran 9 september 1991 ini telah memiliki usaha clothing dengan omset 100 juta /bulan. Tidaklah mudah mendapatkan itu semua. Dia memulai bisnisnya dari nol. Pemuda asal Kediri ini bukanlah orang kaya,  Bapaknya hanyalah petani tebu dan ibu seorang pedagang di pasar.
Anak sulung dari 3 bersaudara ini tidak pernah membayangkan akan memiliki bisnis yang sukses seperti ini karena dia tidak memiliki keterampilan yang hebat, Ahmad hanyalah lulusan SMK swasta di Kediri.
Setelah lulus SMK dia nekat merantau ke Jakarta dengan bermodalkan keterampilan menggambar. Ijazah SMK dan ongkos yang terbatas ia berharap menjadi orang sukses tapi menjadi orang sukses di Jakarta tidaklah mudah, itulah yang di rasakan Ahmad saat pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta. Dia bingung pekerjaan apa yang harus dia cari karna dia hanya lulusan SMK.
Sesampainya di Jakarta ia mencari kontrakan kecil di daerah Jakarta Timur. Singkat cerita Ahmad pun mendapatkan pekerjaan sebagai buruh di pabrik kayu dengan penghasilan pas-pasan, tapi Ahmad tetap mensyukurinya. Setelah 2 bulan bekerja di pabrik kayu Ahmad pun keluar dan beralih pekerjaan sebagai penjaga warnet yang gajinya hanya 700rb /bulan. Ahmad pun mulai berpikir apakah dengan gaji 700rb/bulan dia cukup untuk membayar kontrakan dan biaya hidup sehari-hari sementara kebutuhan hidup di jakarta sangatlah mahal. Akhirnya dia mencoba untuk terjun ke dunia bisnis. Ahmad pun memilih bisnis di bidang clothing karena ia melihat makin banyaknya remaja yang suka membeli pakaian dengan harga mahal. Ahmad pun melihat bahwa ini peluang bisnis yang menjanjikan dan ia mulai mempelajari cara membuat kaos.
Bermodalkan keterampilan menggambar dan uang 2 juta rupiah yang ia tabung dari hasil kerjanya selama 1 tahun, ia pun membeli kaos lusinan dan mendisain gambar untuk kaos buatannya, setelah itu Ahmad mencari tukang sablon dan membuat label sendiri karna memiliki label sendiri sangatlah menguntungkan ketimbang menjual label orang lain.
Setelah kaosnya jadi, Ahmad mulai memasarkan kaos buatan dia kepada teman-temannya melalui jejaring sosial serta melalui brosur. Tetapi bisnis Ahmad tidak berjalan mulus, di tahun pertamanya tepatnya 2010 ia rugi besar uangnyaa di curi oleh temannya sendiri dan produknya kurang laku di pasaran karena kalah dengan produk-produk terkenal yang telah ada. Ahmad hampir putus asa dan menyerah dengan usaha bisnisnya tersebut.
Tapi Ahmad tidaklah patah semangat ia mencoba dan terus mencoba membuat kaos dengan inovasi dan model yang modern, ia juga terus mengasah keterampilan mendisain kaos. Alhasil di tahun 2011 prodaknya pun mulai di kenal orang karena kualitas dan modelnya yang beragam. Ia pun mulai meraup keuntungan yang lumayan besar. Ia membandrol kaos buatannya seharga 100rb, dengan modal 1 kaos 30/40rb Ahmad dapat mengambil keuntungan sekitar 60 s/d 70 rb per kaos dan per bulannya ia dapat menjual 50 s/d 70 potong kaos.
Semakin lama usahanya pun semakin berkembang sampai-sampai Ahmad bisa memililiki store sendiri dan mampu membeli alat sablon printing untuk meningkatkan kualitas prodaknya. Ahmad pun mulai membuat produk lain, sekarang ia tidak hanya memproduksi kaos tetapi ia juga memproduksi tas, topi, celana, sweter, jaket, dompet dll.
Ahmad sangat bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memngubah jalan hidupnya menjadi orang sukses. Tidak lupa juga ia bertrimakasih kepada ke dua orang tuanya yang senantiasa mendoakannya agar menjadi orang yang sukses
Di usianya yang ke 22 tahun, Ahmad Anggoro sudah memiliki 50 orang pekerja, rumah pribadi, mobil pribadi serta memberangkatkan ke dua orangtuanya untuk pergi haji, sungguh pemuda yang sukses.
Sekarang di tahun 2013 produk yang ia beri nama Enter Cloth dapat bersaing dengan branded terkenal seperti Crooz Apparel, Void,Suicide Anthem,  Moorage, Bloods dll.
Itulah sepenggal kisah Ahmad Anggoro dari orang biasa menjadi orang yang luar biasa, maka dari itu jika ingin menjadi pembisnis/pengusaha yang sukses buang jauh-jauh kata putus asa karena di balik badai yang menghadang pasti ada sinar yang dapat mengubah keputus asa`an menjadi semangat yang berkobar.

BAB II
TEORI

            Dalam dunia psikologi ada sebuah teori kebutuhan yang memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Teori tersebut dikembangkan oleh David McClelland sehingga sering disebut sebagai teori motivasi McClelland. McClelland (dalam Satiadarma, 2000) mengajukan teori motivasi yang didasari oleh pemenuhan kebutuhan (need achievement theory) di mana salah satu komponennya adalah kepribadian individu.
            McClelland (dalam Walgito, 2010) mengemukakan bahwa motif sosial merupakan motif yang kompleks dan merupakan sumber dari banyak perilaku atau perbuatan manusia. Motif sosial merupakan hal yang penting untuk mendapatkan gambaran tentang perilaku individu dan kelompok David McClelland (dalam Robbins, 2001) dalam teorinya Mc.Clelland’s Achievment Motivation Theory atau teori motivasi prestasi McClelland mengemukakan bahwa individu mempunyai cadangan energi potensial, bagaimana energi ini dilepaskan dan dikembangkan tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu dan situasi serta peluang yang tersedia. Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (achiefment), kebutuhan kekuasaan (power), dan kebutuhan afiliasi.
            Masing-masing invididu memiliki kebutuhan sendiri-sendiri sesuai dengan karakter serta pola pikir. Dalam implementasinya, seseorang yang cenderung memiliki salah satu kebutuhan yang tinggi pada ketiga kebutuhan diatas akan lebih cocok pada satu posisi tertentu dalam sebuah pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki need of power tinggi cenderung lebih cocok ditempatkan sebagai pemimpin sedangkan seseorang yang cenderung memiliki need of affiliation yang tinggi lebih suka dengan suasana kerja tim yang memiliki banyak interaksi antar individu.
                  a)      Need for Achievment
1.      Keinginan yang kuat untuk bertanggung jawab secara pribadi.
2.      Kecenderungan memilih tingkat kesulitas sedang dalam membuat target dan
mengambil resiko.
3.      Keinginan yang kuat untuk mengkonkritkan umpan balik.
4.      Menyukai kegiatan menyelesaikan tugas semaksimal mungkin.

b)     Need for Power
1.      Menyukai kegiatan mengarahkan dan mengendalikan orang.
2.   Memperhatikan hubungan antara pemimpin dan pengikut.
3.   Menikmati berkompetisi.
                  c)      Need for Affiliation
                  1.      Ingin disukai oleh banyak orang.
                  2.      Lebih suka bekerjasama.
                  3.      Berupaya untuk menjalin hubungan dengan semua orang.
                  4.      Mencari peluang untuk berkomunikasi.

BAB III
PEMBAHASAN

            Dalam teori kebutuhan yang dikembangkan oleh McClelland, motivasi merupakan pendorong sesorang untuk dapat melakukan sesuatu. Dari kisah Ahmad Anggoro, dia termotivasi untuk bisa menjadi orang sukses, hal ini mendorong dia untuk merantau ke Jakarta dengan modal keterampilan menggambar, ijazah SMK dan ongkos yang terbatas. Di Jakarta dia mendapat pekerjaan sebagai buruh pabrik kayu dengan penghasilan pas-pasan, maka dari itu Ahmad berpikir untuk mencoba terjun ke dunia bisnis.

            Ahmad tau bahwa biaya hidup di Jakarta memanglah tidak murah dan mencari pekerjaan di Jakarta pun tidaklah mudah, namun dia tetap nekat pergi merantau ke sana. Dia hanya berharap bahwa suatu saat dia akan menjadi orang sukses. Hal tersebut menggambarkan bahwa Ahmad adalah seorang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi. Kemudian, ketika Ahmad mengalamai kerugian besar ditengah proses bisnisnya, dia tidak patah semangat dan tetap mencoba membuat kaos dengan inovasi dan model yang modern. Bisa dikatakan bahwa Ahmad memilih tingkat kesulitas dalam membuat target dan mengambil resiko.

            Di dalam need of achievement juga dikatakan bahwa seseorang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi akan berkeinginan kuat untuk bertanggung jawab secara pribadi. Sebagai contohnya, Ahmad yang menyadari bahwa gajinya dari hasil bekerja di pabrik kayu pas-pasan dan dia mulai berfikir bahwa gaji tersebut tidak akan cukup untuk membayar kontrakan dan biaya hidupnya sehari-hari. Dia merasa bertanggung jawab terhadap hidupnya sendiri, jadi dia memutuskan untuk mencari uang tambahan dengan mulai terjun ke dunia bisnis. Ahmad memilih bisnis dibidang clothing.


Sumber : 




Sabtu, 21 Juni 2014

Psikologi Sekolah

Temen-temen, kita pasti udah pernah dengar psikologi sekolah kan? Nah, sekarang apa temen-temen tau peran apa aja sih yang dimiliki oleh psikolog sekolah???? Kali ini saya mau berbagi sedikit tentang Psikologi Sekolah. Selamat membaca :) 

Kedudukan Psikologi Sekolah
  •  Psikologi sekolah berada di bawah naungan psikologi pendidikan, dimana psikologi sekolah berfokus pada pendidikan yang diberikan secara formal, yakni dimulai dari tingkat Playgroup sampai ke SMA. Psikologi sekolah membahas hanya sebagian dari psikologi pendidikan, dimana psikologi sekolah menekankan bagaimana cara anak menerima pelajaran dengan lebih efektif, misalnya menyesuaikan kematangan fisik anak dengan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan anak dalam memperkuat informasi yang diterimanya selama masa sekolah. 


Perbedaan Psikologi Sekolah & Psikologi Pendidikan
  • Psikologi sekolah merupakan profesi dengan area kerja yang lebih sempit jika dibandingkan dengan Psikologi pendidikan. Biasanya psikolog yang bekerja di bidang pendidikan dibedakan atas Psikolog Pendidikan dan Psikolog Sekolah. Peran psikolog Sekolah lebih ditekankan sebagai ahli npsikolog sekolah (school psychologist), ahli psikolog masyarakat (community psychologist), dan sebagai guru bidang studi Psikologi Pendidikan. Terdapat penekanan fungsi peran psikolog sekolah pada tercapainya fungsi dan tujuan pendidikan di sekolah itu sendiri.  Antara lain yaitu, melakukan diagnostik dalam arti luas, pelaksanaan tes, melakukan wawancara dengan siswa, guru, orangtua dan orang lain yang mempengaruhi pendidikan siswa; serta mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa. Dan bila Psikolog sekolah ahli menerapkan profesi psikologi sekolah, maka psikolog pendidikan kebanyakan bekerja di fakultas dalam lingkungan universitas  atau di lembaga penelitian seperti lembaga pendidikan dan latihan(diklat). Dan lebih berfokus pada riset pendidikan dan pengembangan metode belajar yang meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.
Metode dalam sistem pengajaran:
  1. Metode ceramah
  2. Metode tanya jawab
  3. Metode Diskusi
  4. Metode Kerja Kelompok
  5. Metode demonstrasi dan eksperimen
  6. Metode sosiodrama dan bermain peran
Peran psikolog sekolah dalam bimbingan di Taman Kanak-kanak (TK) adalah:

· Membantu anak agar anak dapat membantu dirinya sendiri untuk mengadakan penyesuaian pribadi &     penyesuaian sosial
· Membantu anak agar mampu melewati masa-masa transisi dari lingkungan keluarga/rumah ke lingkungan teman sebaya & guru/sekolah; dari suasana bebas ke suasana disiplin & menghargai hak orang lain.

Peran psikolog sekolah dalam bimbingan di Sekolah Dasar (SD) sebagai berikut:
·  Membantu anak menguasai bahan ajaran tuntutan kurikuler
· Membantu anak dalam membuat pilihan dan menentukan bahan ajaran yang cocok
· Membantu anak mempunyai pola tingkah laku belajar yang mendukung
· Membantu anak dalam menumbuhkan disiplin belajar anak dan terlatih
· Membantu anak dalam memecahkan masalah-masalah belajar yang dihadapi murid.

Peran psikolog sekolah dalam bimbingan di Sekolah Menengah Pertama :
· Memberikan bimbingan belajar, karena cara belajar din SLTP berbeda dengan di SD.
· Bimbingan tentang muda-mudi, karena pada usia ini mereka mulai mengenal hubungan cinta kasih (Gibson dan Mitchell).
· Pada usia ini mereka mulai membentuk kelompok sebaya(peer group), maka program bimbingan belajar hendaknya juga menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan social.
· Bimbingan yang berorientasi pada tugas-tugas perkembangan anak usia 12-15 tahun.
· Bimbingan karir baik yang menyangkut pemahaman tentang dunia pendidikan ataupun pekerjaan.

Peran psikolog sekolah dalam bimbingan di Sekolah Menengah Atas :
· Memberikan pengajaran mengenai hubungan muda-mudi/hubungan sosial.
· Pemberian informasi pendidikan dan jabatan.
· Bimbingan cara belajar

Perbedaan psikolog sekolah, psikolog pendidikan & guru BK

Peran Psikolog sekolah yaitu harus mampu meningkatkan kualitas sekolah, Psikolog sekolah bisa memberikan penilaian intelegensia guru, inovasi guru dalam mengajar, dan lain sebagainya.

Psikolog pendidikan, biasanya ditempatkan di sekolah-sekolah umum maupun swasta dari berbagai jenjang (play group hingga SMA). Psikolog pendidikan memiliki andil dalam merancang kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Selain itu, psikolog pendidikan berperan untuk senantiasa memonitor perilaku anak didik di lingkungan sekolah, keluarga ataupun masyarakat melalui komunikasi dua arah dengan orang tua anak.

Guru bimbingan konseling /konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pembimbingan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan konseling /konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah.



Jumat, 06 Juni 2014

Pedagogi & Andragogi

Selamat malam! Kali ini saya ingin menulis mengenai pedagogi & andragogi (ya iyalah judulnya aja udah begitu hehe). Teman-teman udah pada tau belum tentang kedua istilah itu? Bagi yang belum tau, boleh lanjut baca paragaraf dibawah yah J  

Pedagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Dalam pedagogi ini proses pembelajar disebut dengan siswa atau anak didik. Metode yang digunakan dalam proses belajar bersifat pasif seperti ceramah dimana guru sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide dan contoh. Siswa hanya dapat belajar berdasarkan pengetahuan teoritis yang disampaikan oleh guru. Hal ini membuat peserta didik hanya memiliki sedikit pengalaman karena mereka tidak bisa bebas memberikan atau berbagi pengetahuan. Gaya belajar yang digunakan didalamnya bersifat dependen, siswa hanya hanya bisa menerima informasi maupun pengetahuan dari guru. Dari hal itu lah yang membuat murid menjadi bergantung pada guru, apa yang disampaikan guru lah yang mereka terima. Apabila dirumah mereka belajar oleh orang tua dan apa yang diajarkan oleh orang tua mereka berbeda dengan apa yang di katakana guru mereka cenderung menolak dan mengatakan ‘tapi kata guru bukan seperti itu harusnya seperti ini’. Dalam orentasi belajar, murid berpusat paa substansi mata pelajaran, dimana murid hanya akan menerima pengetahuan atau informasi tidak secara luas. Mereka hanya akan belajar sesuai apa yang telah di rencakan oleh guru mereka sebelumnya.

Kalau tadi sudah bahas pedagogi sekarang masuk keadalam andragogi. Andragogi ini bertolak belakang dengan pedagogi. Jika pedagogi berfokus pada anak murid atau siswa, maka fokus andragogi lebih pada orang dewasa. Andragogi merupakan proses untuk melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Pembelajar disebut dengan peserta didik atau warga belajar. Dalam hal ini mahasiswa sudah termasuk dalam andragogi. Kenapa? Karena dalam proses belajar mahasiswa-lah yang berkontribusi langsung di dalamnya. Dalam hal ini mahasiswa harus bisa aktif untuk mencari informas-informasi mengenai pelajaran. Mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan dosen untuk mendapatkan informasi pengetahuan karena dalam hal ini dosen hanyalah sebagai fasilitator. Dalam andragogi ini gaya belajar bersifat independen dan tujuan yang bersifat fleksibel, maksudnya adalah mahasiswa bisa bebas menyampaikan atau berbagi pengetahuan dan memberikan feedback bagi dosen maupun sesama mahasiswa lain. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik dianggap sebagi sumber daya utama untuk ide-ide dan contoh. Selain itu, peseta didik juga akan lebih memiliki banyak pengalaman untuk berkontribusi didalamnya.

Teman, sekarang udah tau kan sekilas tentang pedagogi dan andragogi? Dengan membaca kedua paragaraf di atas kita sudah lebih bisa membedagakan antara keduanya. Sekarang saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya yang berkaitan dengan judul blog saya kali ini.

Hari ini saya mengikuti 2 mata kuliah dimana yang salah satunya adalah Psikologi Pendidikan. Mata kuliah ini lah yang memberikan saya pengetahuan tentang Pedagogi dan Andragogi. Pagi ini, saya dan teman-teman 2013 genap mendapatkan pengalaman belajar yang menurut saya menyenangkan. Kenapa? Soalnya, hari ini kami belajar sambil bermain (yeayyy!!!) Dosen kami, Ibu Dina memberikan selembar kertas pada setiap mahasiswa. Dalam kertas itu ada tulisan dimana tulisan di setiap kertas berbeda. Kemudian dosen memberikan instruksi kepada kami untuk mencari kelompok yang sesuai dengan tulisan yang ada dikertas. Melalui tulisan-tulisan itulah akan menunjukan perbedaan dari Pedagogi dan Andragogi. Selain itu juga menunjukkan indikator beserta asumsi-asumsi mengenai keduanya. Saya sendiri mendapatkan kertas yang bertuliskan 'berharga kecil'. Saya bingung dengan maksud dari kata tersebut. Kami mulai sibuk mencari kelompok yang sesuai dengan tulisan dalam kertas kami. Setiap dari kami saling bertanya dan memberikan pendapat tenang tulisan di kertas ini masuk kedalam kelompok yang mana.  Melalui pengalaman belajar hari ini saya mendapatkan hal-hal yang menurut saya sesuai dengan gambaran tentang andragogi. Perkuliahan Psi. Pendidikan hari ini menunjukkan bahwa kami mahasiswa harus aktif untuk berusaha untuk mencari tau perbedaan antara Pedagogi dan Andragogi, indikator dan asumsi-asumsi mengenai kedua hal tersebut. Mahasiswa bisa terlibat langsung dalam pembelajaran, jika mahasiswa bersifat pasif atau berdiam diri saja mana mungkin bisa tau mengenai hal-hal tersebut. Maka dari itu, mahasiswa harus bisa mandiri untuk mendapatkan informasi. Keaktifan dari mahasiswa bisa dilihat dari usaha kami untuk saling bertanya satu sama lain. Mahasiswa juga akan mendapat pengalaman yang lebih banyak dibandingkan siswa karena mahasiswa bisa saling memberi feedback. Kalau saya bandingkan dengan pengalaman saya sewaktu sekolah contohnya saja pada saat duduk di Sekolah Dasar (SD), saya hanya bisa duduk dan mendengarkan materi yang disampaikan guru tanpa memberikan tanggapan atau feedback. Hal tersebut membuat saya hanya mendapat sedikit pengetahuan dan cenderung menjadi pasif. Guru yang merupakan sumber informasi bagi murid, hanya akan memberikan pelajaran dengan berpedoman pada logika materi pelajaran tanpa ada pengaplikasian.

Jadi, teman-teman setelah baca keseluruhan tulisan diatas… kalian masuk kedalam pedagodi atau andragogi? 


Sabtu, 19 April 2014

OBSERVASI SEKOLAH

Lokasi Observasi : Perguruan As-Syafi’yah Internasional

Kelompok 3 :
1. Gigih Mentari http://13010gigihm.blogspot.com (13-010)
2. Zelita Almira http://13060zas.blogspot.com (13-060)
3. Alia Shinta Dewi http://13094asd.blogspot.com (13-094)
4. Putri Nova Sari http://13110pns.blogspot.com (13-110) - KETUA 
5. Kishia Dwi Putri http://kisxia.blogspot.com (13-140) 


EVALUASI KEGIATAN
A. Pengertian
Evaluasi kegiatan adalah suatu usaha untuk mengukur dan memberikan nilai secara objektif atas pencapaian hasil-hasil pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Evaluasi selalu berupaya untuk mempertanyakan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan dari suatu rencana. Disamping itu evaluasi juga mengukur hasil-hasil pelaksanaan secara objektif dengan ukuran yang dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat.
B. Tujuan Evaluasi
Tujuan evaluasi dari suatu kegiatan adalah untuk mengetahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan kegiatan dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan di masa yang akan datang. Fokus utama evaluasi ini adalah lebih diarahkan kepada hasil, manfaat dan dampak dari program.

C.Lingkup Evaluasi

1. Evaluasi Pada Tahap Perencanaan (ex-ante)
Pada tahap ini kami melakukan beberapa hal yaitu:
  ü  pemilihan ketua kelompok
  ü  pembagian tugas pada setiap anggota
  ü  menentukan sekolah yang akan di observasi
  ü  menentukan jadwal observasi
  ü  mengurus surat izin observasi
  ü  menentukan reward untuk murid serta tanda terimakasih untuk pihak sekolah
  ü  menentukan wakil kelompok (2 orang) untuk memberikan surat pada kepala sekolah untuk      mendapatkan izin observasi sekolah

Faktor yang mendukung      :
  ü  setiap anggota dalam kelompok sangat kooperatif, bisa bekerja sama dengan baik
  ü  setiap anggota dalam kelompok mau memberikan pendapat dalam setiap diskusi

Faktor yang menghambat     :
  ü  sulit menentukan jadwal untuk mendiskusikan tugas dan beberapa hal lainnya (menentukan reward untuk murid, tanda terimakasih untuk pihak sekolah, alat dokumentasi yang digunakan) karena ada anggota yang berlainan jadwal kuliah

2. Evaluasi Pada Tahap Pelaksanaan (on going)
Pada tahap ini kami melakukan beberapa hal yaitu :
  ü  persiapan di kampus
  ü  penyediaan reward
  ü  proses menuju lokasi observasi
  ü  proses melakukan observasi di kelas
  ü  memberi rewarad pada murid
  ü  proses dokumentasi
  ü  wawancara dengan salah satu murid dan guru
  ü  memberikan tanda terimakasih pada pihak sekolah dan izin meninggalkan lokasi observasi
  ü  kembali ke kampus

Faktor yang mendukung      :
  ü  pihak sekolah memberikan izin dan menerima dengan baik
  ü  ada anggota kelompok lain yang bersedia meminjamkan alat dokumentasi
  ü  lokasi cukup mudah dijangkau
  ü  murid dan guru bersedia di wawancara

Faktor yang menghambat     :
  ü  proses wawancara bersama salah murid bernama Vanny Nurul menghasilkan video yang kurang bagus, suara narasumber dan pewawancara hampir tidak terdengar.

3. Evaluasi Pada Tahap Pasca Pelaksanaan (ex post)
Pada tahap ini meliputi :
  ü  membuat hasil observasi
  ü  melakukan evaluasi

4. Pelaksanaan Evaluasi
Pelaksanaan tahap ini meliputi :
  ü  diskusi
  ü  membuat hasil evaluasi

Faktor yang mendukung      :
  ü  setiap anggota kelompok berperan dalam pengerjaan tugas

Faktor menghambat     :
  ü  penyelesaian hasil evaluasi bersamaan dengan pelaksanaan UTS

EVALUASI HASIL OBSERVASI

      1.      Teori Erickson
      Tahap Identitas vs Kebingungan Identitas
      Semangat anak dalam  mempelajari pengetahuan dan keterampilan adalah sangat antusias. Terutama siswa laki-laki. Walaupun siswa laki-laki lebih sedikit daripada perempuan tapi mereka lebih aktif.

      2.      Teori Kohlberg
   Conventional Reasoning
      Tingkah laku siswa-siswa SMA As-Syafi’yah Internasional Medan sangat baik. Mereka mematuhi     peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh para guru dan pihak sekolah. Hanya saja siswa laki-laki lebih ribut dan membuat kelas sedikit tidak kondusif.

3. Pengaruh Classical Conditioning
    Pada saat pendidik memberi pertanyaan (stimulus) siswa memjawab (respon) pertanyaan dengan tertib dan sesuai prosedur.

4. Operant Conditioning
    Pada saat kuis, pendidik memberikan reward kepada 5 siswa yang dapat mengerjakan soal paling cepat dengan memberikan tanda tangannya.

KESIMPULAN HASIL OBSERVASI

•    Sekolah As-Syafi’yah Internasional Medan pada jenjang SMA memiliki 9 kelas dimana setiap tingkatan memiliki 3 kelas.
•    Guru yang mengajar di kelas memiliki kemampuan dalam menguasai materi, memanajemen kelas, berkomunikasi dengan murid serta memberikan motivasi bagi murid.
•    Kelas tersebut menggunakan teacher-centered karena guru lebih mengambil peran dalam kelas dan guru lebih banyak menjelaskan kepada siswa. Dan murid belajar dengan baik. Karena mereka memperhatikan dengan baik bagaimana cara guru memberikan contoh-contoh soal.
•    Guru juga bersikap tegas saat mengajar namun mampu membuat murid di kelas tidak merasa tegang. Guru dapat membuat suasana di kelas serius namun menyenangkan untuk belajar.
•    Pada kelas X-B terdapat 39 murid (15 murid laki-laki dan 14 murid perempuan)
•    Murid laki-laki lebih aktif di kelas dibandingkan dengan murid perempuan.
•    Tingkah laku murid pada saat guru menyampaikan materi cenderung memperhatikan meskipun ada beberapa anak laki-laki yang tidak.
•    Dalam kelas tersebut ada 2 anak yang sangat menonjol (aktif) ketika guru memberi pertanyaan, murid     tsb. segera menjawab.
•    Keadaan kelas X-B nyaman dan cukup bersih.
•    Teknologi yang digunakan guru untuk mengajar berupa slide yang ditampilkan melalui infocus