Kamis, 25 Desember 2014

Analisis Fenomena Berdasarkan Teori David McClelland

BAB I
ARTIKEL KASUS

Kisah Dan Motivasi Pengusaha Muda Yang Sukses
OPINI | 16 October 2013 | 12:28http://assets.kompasiana.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_baca.gif Dibaca: 6363   http://assets.kompasiana.com/statics/kompasiana4.0/images/img_komen.gif Komentar: 2   http://assets.kompasiana.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_nilai.gif 1
Apakah anda pernah mendengar seorang buruh di Pabrik Kayu atau tukang penjaga warnet menjadi pengusaha muda yang sukses? ya… terkadang kita hanya memandang sebelah mata orang-orang seperti itu. Tapi apa anda percaya jika orang yang di sebut di atas memiliki usaha clothingan yang sukses, itulah yang terjadi pada Ahmad Anggoro seorang pemuda 22 tahun, yang menjadi pengusaha muda yang sukses.
Ya… Ahmad Anggoro Pria asal Kediri kelahiran 9 september 1991 ini telah memiliki usaha clothing dengan omset 100 juta /bulan. Tidaklah mudah mendapatkan itu semua. Dia memulai bisnisnya dari nol. Pemuda asal Kediri ini bukanlah orang kaya,  Bapaknya hanyalah petani tebu dan ibu seorang pedagang di pasar.
Anak sulung dari 3 bersaudara ini tidak pernah membayangkan akan memiliki bisnis yang sukses seperti ini karena dia tidak memiliki keterampilan yang hebat, Ahmad hanyalah lulusan SMK swasta di Kediri.
Setelah lulus SMK dia nekat merantau ke Jakarta dengan bermodalkan keterampilan menggambar. Ijazah SMK dan ongkos yang terbatas ia berharap menjadi orang sukses tapi menjadi orang sukses di Jakarta tidaklah mudah, itulah yang di rasakan Ahmad saat pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta. Dia bingung pekerjaan apa yang harus dia cari karna dia hanya lulusan SMK.
Sesampainya di Jakarta ia mencari kontrakan kecil di daerah Jakarta Timur. Singkat cerita Ahmad pun mendapatkan pekerjaan sebagai buruh di pabrik kayu dengan penghasilan pas-pasan, tapi Ahmad tetap mensyukurinya. Setelah 2 bulan bekerja di pabrik kayu Ahmad pun keluar dan beralih pekerjaan sebagai penjaga warnet yang gajinya hanya 700rb /bulan. Ahmad pun mulai berpikir apakah dengan gaji 700rb/bulan dia cukup untuk membayar kontrakan dan biaya hidup sehari-hari sementara kebutuhan hidup di jakarta sangatlah mahal. Akhirnya dia mencoba untuk terjun ke dunia bisnis. Ahmad pun memilih bisnis di bidang clothing karena ia melihat makin banyaknya remaja yang suka membeli pakaian dengan harga mahal. Ahmad pun melihat bahwa ini peluang bisnis yang menjanjikan dan ia mulai mempelajari cara membuat kaos.
Bermodalkan keterampilan menggambar dan uang 2 juta rupiah yang ia tabung dari hasil kerjanya selama 1 tahun, ia pun membeli kaos lusinan dan mendisain gambar untuk kaos buatannya, setelah itu Ahmad mencari tukang sablon dan membuat label sendiri karna memiliki label sendiri sangatlah menguntungkan ketimbang menjual label orang lain.
Setelah kaosnya jadi, Ahmad mulai memasarkan kaos buatan dia kepada teman-temannya melalui jejaring sosial serta melalui brosur. Tetapi bisnis Ahmad tidak berjalan mulus, di tahun pertamanya tepatnya 2010 ia rugi besar uangnyaa di curi oleh temannya sendiri dan produknya kurang laku di pasaran karena kalah dengan produk-produk terkenal yang telah ada. Ahmad hampir putus asa dan menyerah dengan usaha bisnisnya tersebut.
Tapi Ahmad tidaklah patah semangat ia mencoba dan terus mencoba membuat kaos dengan inovasi dan model yang modern, ia juga terus mengasah keterampilan mendisain kaos. Alhasil di tahun 2011 prodaknya pun mulai di kenal orang karena kualitas dan modelnya yang beragam. Ia pun mulai meraup keuntungan yang lumayan besar. Ia membandrol kaos buatannya seharga 100rb, dengan modal 1 kaos 30/40rb Ahmad dapat mengambil keuntungan sekitar 60 s/d 70 rb per kaos dan per bulannya ia dapat menjual 50 s/d 70 potong kaos.
Semakin lama usahanya pun semakin berkembang sampai-sampai Ahmad bisa memililiki store sendiri dan mampu membeli alat sablon printing untuk meningkatkan kualitas prodaknya. Ahmad pun mulai membuat produk lain, sekarang ia tidak hanya memproduksi kaos tetapi ia juga memproduksi tas, topi, celana, sweter, jaket, dompet dll.
Ahmad sangat bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memngubah jalan hidupnya menjadi orang sukses. Tidak lupa juga ia bertrimakasih kepada ke dua orang tuanya yang senantiasa mendoakannya agar menjadi orang yang sukses
Di usianya yang ke 22 tahun, Ahmad Anggoro sudah memiliki 50 orang pekerja, rumah pribadi, mobil pribadi serta memberangkatkan ke dua orangtuanya untuk pergi haji, sungguh pemuda yang sukses.
Sekarang di tahun 2013 produk yang ia beri nama Enter Cloth dapat bersaing dengan branded terkenal seperti Crooz Apparel, Void,Suicide Anthem,  Moorage, Bloods dll.
Itulah sepenggal kisah Ahmad Anggoro dari orang biasa menjadi orang yang luar biasa, maka dari itu jika ingin menjadi pembisnis/pengusaha yang sukses buang jauh-jauh kata putus asa karena di balik badai yang menghadang pasti ada sinar yang dapat mengubah keputus asa`an menjadi semangat yang berkobar.

BAB II
TEORI

            Dalam dunia psikologi ada sebuah teori kebutuhan yang memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Teori tersebut dikembangkan oleh David McClelland sehingga sering disebut sebagai teori motivasi McClelland. McClelland (dalam Satiadarma, 2000) mengajukan teori motivasi yang didasari oleh pemenuhan kebutuhan (need achievement theory) di mana salah satu komponennya adalah kepribadian individu.
            McClelland (dalam Walgito, 2010) mengemukakan bahwa motif sosial merupakan motif yang kompleks dan merupakan sumber dari banyak perilaku atau perbuatan manusia. Motif sosial merupakan hal yang penting untuk mendapatkan gambaran tentang perilaku individu dan kelompok David McClelland (dalam Robbins, 2001) dalam teorinya Mc.Clelland’s Achievment Motivation Theory atau teori motivasi prestasi McClelland mengemukakan bahwa individu mempunyai cadangan energi potensial, bagaimana energi ini dilepaskan dan dikembangkan tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu dan situasi serta peluang yang tersedia. Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (achiefment), kebutuhan kekuasaan (power), dan kebutuhan afiliasi.
            Masing-masing invididu memiliki kebutuhan sendiri-sendiri sesuai dengan karakter serta pola pikir. Dalam implementasinya, seseorang yang cenderung memiliki salah satu kebutuhan yang tinggi pada ketiga kebutuhan diatas akan lebih cocok pada satu posisi tertentu dalam sebuah pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki need of power tinggi cenderung lebih cocok ditempatkan sebagai pemimpin sedangkan seseorang yang cenderung memiliki need of affiliation yang tinggi lebih suka dengan suasana kerja tim yang memiliki banyak interaksi antar individu.
                  a)      Need for Achievment
1.      Keinginan yang kuat untuk bertanggung jawab secara pribadi.
2.      Kecenderungan memilih tingkat kesulitas sedang dalam membuat target dan
mengambil resiko.
3.      Keinginan yang kuat untuk mengkonkritkan umpan balik.
4.      Menyukai kegiatan menyelesaikan tugas semaksimal mungkin.

b)     Need for Power
1.      Menyukai kegiatan mengarahkan dan mengendalikan orang.
2.   Memperhatikan hubungan antara pemimpin dan pengikut.
3.   Menikmati berkompetisi.
                  c)      Need for Affiliation
                  1.      Ingin disukai oleh banyak orang.
                  2.      Lebih suka bekerjasama.
                  3.      Berupaya untuk menjalin hubungan dengan semua orang.
                  4.      Mencari peluang untuk berkomunikasi.

BAB III
PEMBAHASAN

            Dalam teori kebutuhan yang dikembangkan oleh McClelland, motivasi merupakan pendorong sesorang untuk dapat melakukan sesuatu. Dari kisah Ahmad Anggoro, dia termotivasi untuk bisa menjadi orang sukses, hal ini mendorong dia untuk merantau ke Jakarta dengan modal keterampilan menggambar, ijazah SMK dan ongkos yang terbatas. Di Jakarta dia mendapat pekerjaan sebagai buruh pabrik kayu dengan penghasilan pas-pasan, maka dari itu Ahmad berpikir untuk mencoba terjun ke dunia bisnis.

            Ahmad tau bahwa biaya hidup di Jakarta memanglah tidak murah dan mencari pekerjaan di Jakarta pun tidaklah mudah, namun dia tetap nekat pergi merantau ke sana. Dia hanya berharap bahwa suatu saat dia akan menjadi orang sukses. Hal tersebut menggambarkan bahwa Ahmad adalah seorang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi. Kemudian, ketika Ahmad mengalamai kerugian besar ditengah proses bisnisnya, dia tidak patah semangat dan tetap mencoba membuat kaos dengan inovasi dan model yang modern. Bisa dikatakan bahwa Ahmad memilih tingkat kesulitas dalam membuat target dan mengambil resiko.

            Di dalam need of achievement juga dikatakan bahwa seseorang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi akan berkeinginan kuat untuk bertanggung jawab secara pribadi. Sebagai contohnya, Ahmad yang menyadari bahwa gajinya dari hasil bekerja di pabrik kayu pas-pasan dan dia mulai berfikir bahwa gaji tersebut tidak akan cukup untuk membayar kontrakan dan biaya hidupnya sehari-hari. Dia merasa bertanggung jawab terhadap hidupnya sendiri, jadi dia memutuskan untuk mencari uang tambahan dengan mulai terjun ke dunia bisnis. Ahmad memilih bisnis dibidang clothing.


Sumber :