Lokasi Observasi : Perguruan As-Syafi’yah Internasional
Kelompok 3 :
1. Gigih Mentari http://13010gigihm.blogspot.com (13-010)
2. Zelita Almira http://13060zas.blogspot.com (13-060)
3. Alia Shinta Dewi http://13094asd.blogspot.com (13-094)
4. Putri Nova Sari http://13110pns.blogspot.com (13-110) - KETUA
5. Kishia Dwi Putri http://kisxia.blogspot.com (13-140)
EVALUASI KEGIATAN
A. Pengertian
Evaluasi kegiatan adalah suatu usaha untuk mengukur dan
memberikan nilai secara objektif atas pencapaian hasil-hasil pelaksanaan
kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Evaluasi selalu berupaya untuk
mempertanyakan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan dari suatu rencana.
Disamping itu evaluasi juga mengukur hasil-hasil pelaksanaan secara objektif
dengan ukuran yang dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat.
B. Tujuan Evaluasi
Tujuan evaluasi dari suatu kegiatan adalah untuk mengetahui
dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam
pelaksanaan kegiatan dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan
kegiatan di masa yang akan datang. Fokus utama evaluasi ini adalah lebih diarahkan
kepada hasil, manfaat dan dampak dari program.
C.Lingkup Evaluasi
1. Evaluasi
Pada Tahap Perencanaan (ex-ante)
Pada tahap
ini kami melakukan beberapa hal yaitu:
ü
pemilihan
ketua kelompok
ü
pembagian
tugas pada setiap anggota
ü menentukan
sekolah yang akan di observasi
ü
menentukan
jadwal observasi
ü
mengurus
surat izin observasi
ü
menentukan
reward untuk murid serta tanda terimakasih untuk pihak sekolah
ü
menentukan
wakil kelompok (2 orang) untuk memberikan surat pada kepala sekolah untuk mendapatkan izin observasi sekolah
Faktor
yang mendukung :
ü
setiap
anggota dalam kelompok sangat kooperatif, bisa bekerja sama dengan baik
ü
setiap
anggota dalam kelompok mau memberikan pendapat dalam setiap diskusi
Faktor
yang menghambat :
ü
sulit
menentukan jadwal untuk mendiskusikan tugas dan beberapa hal lainnya
(menentukan reward untuk murid, tanda terimakasih untuk pihak sekolah, alat
dokumentasi yang digunakan) karena ada anggota yang berlainan jadwal kuliah
2. Evaluasi
Pada Tahap Pelaksanaan (on going)
Pada tahap
ini kami melakukan beberapa hal yaitu :
ü
persiapan
di kampus
ü
penyediaan
reward
ü
proses
menuju lokasi observasi
ü
proses
melakukan observasi di kelas
ü
memberi
rewarad pada murid
ü
proses
dokumentasi
ü
wawancara
dengan salah satu murid dan guru
ü
memberikan
tanda terimakasih pada pihak sekolah dan izin meninggalkan lokasi observasi
ü
kembali
ke kampus
Faktor
yang mendukung :
ü
pihak
sekolah memberikan izin dan menerima dengan baik
ü
ada
anggota kelompok lain yang bersedia meminjamkan alat dokumentasi
ü
lokasi
cukup mudah dijangkau
ü
murid
dan guru bersedia di wawancara
Faktor
yang menghambat :
ü
proses
wawancara bersama salah murid bernama Vanny Nurul menghasilkan video yang
kurang bagus, suara narasumber dan pewawancara hampir tidak terdengar.
3. Evaluasi
Pada Tahap Pasca Pelaksanaan (ex post)
Pada
tahap ini meliputi :
ü
membuat
hasil observasi
ü
melakukan
evaluasi
4. Pelaksanaan
Evaluasi
Pelaksanaan tahap ini meliputi :
ü
diskusi
ü
membuat
hasil evaluasi
Faktor
yang mendukung :
ü
setiap
anggota kelompok berperan dalam pengerjaan tugas
Faktor menghambat :
ü
penyelesaian
hasil evaluasi bersamaan dengan pelaksanaan UTS
EVALUASI HASIL OBSERVASI
1. Teori
Erickson
Tahap
Identitas vs Kebingungan Identitas
Semangat anak dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan
adalah sangat antusias. Terutama siswa laki-laki. Walaupun siswa laki-laki
lebih sedikit daripada perempuan tapi mereka lebih aktif.
2. Teori
Kohlberg
Conventional
Reasoning
Tingkah laku siswa-siswa SMA As-Syafi’yah
Internasional Medan sangat baik. Mereka mematuhi peraturan-peraturan yang
ditetapkan oleh para guru dan pihak sekolah. Hanya saja siswa laki-laki lebih
ribut dan membuat kelas sedikit tidak kondusif.
3. Pengaruh
Classical Conditioning
Pada
saat pendidik memberi pertanyaan (stimulus) siswa memjawab (respon) pertanyaan
dengan tertib dan sesuai prosedur.
4. Operant
Conditioning
Pada
saat kuis, pendidik memberikan reward kepada 5 siswa yang dapat mengerjakan
soal paling cepat dengan memberikan tanda tangannya.
KESIMPULAN HASIL OBSERVASI
• Sekolah As-Syafi’yah Internasional Medan
pada jenjang SMA memiliki 9 kelas dimana setiap tingkatan memiliki 3 kelas.
• Guru yang mengajar di kelas memiliki
kemampuan dalam menguasai materi, memanajemen kelas, berkomunikasi dengan murid
serta memberikan motivasi bagi murid.
• Kelas tersebut menggunakan teacher-centered
karena guru lebih mengambil peran dalam kelas dan guru lebih banyak menjelaskan
kepada siswa. Dan murid belajar dengan baik. Karena mereka memperhatikan dengan
baik bagaimana cara guru memberikan contoh-contoh soal.
• Guru juga bersikap tegas saat mengajar
namun mampu membuat murid di kelas tidak merasa tegang. Guru dapat membuat
suasana di kelas serius namun menyenangkan untuk belajar.
• Pada kelas X-B terdapat 39 murid (15 murid
laki-laki dan 14 murid perempuan)
• Murid laki-laki lebih aktif di kelas
dibandingkan dengan murid perempuan.
• Tingkah laku murid pada saat guru
menyampaikan materi cenderung memperhatikan meskipun ada beberapa anak
laki-laki yang tidak.
• Dalam kelas tersebut ada 2 anak yang sangat
menonjol (aktif) ketika guru memberi pertanyaan, murid tsb. segera menjawab.
• Keadaan kelas X-B nyaman dan cukup bersih.
• Teknologi yang digunakan guru untuk
mengajar berupa slide yang ditampilkan melalui infocus
Slide observasi from kkishia8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar