Psikologi à studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
Psikologi Pendidikan à cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran & pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
PERINTIS BIDANG PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikologi Pendidikan didirikan oleh William James dan John Dewey lalu dilanjutkan oleh E.L. Thorndike, psikologi pendidikan ini didirikan sebelum awal abad ke-20.
1. William James
Latar belakang dari William James adalah ia berasal dari Amerika Serikat dan ia juga seorang filsuf terkenal sekaligus seorang pendiri Mazhab Pragmatisme, ia lahir tepat di New York tahun 1842, dan belajar di Universitas Harvard, selain di Universitas Harvard, William juga belajar di Jerman dan Perancis, ia juga mengajar di Universitas Harvard pada bidang anatomi, fisiologi, psikologi, dan filsafat sampai dengan tahun 1907.
Menurut James Psikologi Pendidikan adalah ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental. James menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan & pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.
2. John Dewey
John Dewey ia juga seorang filsuf dan terkenal dengan kekritisannya mengenai sosial, John Dewey dilahirkan pada tahun 1859 di Burlington, setelah menylesaikan studinya ia menjadi guru besar dalam bidang filsafat dan menjadi guru di beberapa universitas, ia menulis buku sebanyak 40 dan artikel sebanyak 700, ia menjadi seorang penggerak bagi kaum muda.
Dewey menjadi motor penggerak untuk mengaplikasikan psikologi di tingkat praktis. John Dewey memiliki beberapa pandangan; pertama, tentang anak sebagai pembelajar aktif (active learner). Kedua, pendidikan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradapstasi dengan lingkungannya. Ketiga, menurut Dewey bahwa semua anak berhak mendapat pendidikan yang selayaknya.
3. E.L. Thorndike
E.L Thorndike lahir pada 31 Agustus 1874, ia adalah seorang psikologi Amerika yang hampir menghabiskan seluruh hidupnya di Teachers College, Columbia University. Ia merupakan perintis ketiga yang memberikan banyak perhatian pada penilaian & pengukuran serta perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah. Thorndike berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Thorndike memiliki gagasan bahwa psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah & harus berfokus pada pengukuran (O’Donnell & Levin, 2001).
CARA MENGAJAR YANG EFEKTIF
1. Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Guru yang efektif memiliki strategi pengajaran yang baik & didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran & manajemen kelas. Mereka mengetahui bagaimana memotivasi, berkomunikasi & berhubungan secara efektif dengan murid-murid dari beragam latar belakang cultural. Dan guru juga memahami cara menggunakan teknologi yang tepat guna di dalam kelas.
2. Penguasaan Materi Pelajaran
Guru yang efektif harus berpengetahuan fleksibel dan memahami materi. Pengetahuan subjek materi tidak hanya mencakup fakta, isitilah & konsep umum saja, namun juga membutuhkan pengetahuan tentang dasar-dasar pengorganisasian materi, mengaitkan berbagai gagasan, cara berfikir dan berargumen, pola perubahan dalam satu mata pelajara, kepercayaan tentang mata pelajaran serta kemampuan untuk mengaitkan satu gagasan dari suatu disiplin ilmu ke disiplin ilmu lainnya.
3. Strategi Pengajaran
Prinsip konstruktivisme adalah inti dari filsafat pendidikan William James & John Dewey.
Konstruktivisme à pendekatan pembelajaran yang menekankan agar individu secara aktif membangun pemahaman & pengetahuan.
4. Penetapan Tujuan dan Keahlian Instruksional
Guru yang efektif tidak sekedar mengajar di kelas tetapi mereka harus menentukan tujuan pengajaran & menyusun rencana untuk mencapai tujuan. Guru juga harus menyusun kriteria tertentu agar sukses. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk menyusun rencana instruksional, mengorganisasikan pelajaran agar murid meraih hasil maksimal dari kegiatan belajarnya.
5. Keahlian Manajemen Kelas
Dalam hal ini, guru harus mampu menjaga kelas tetap aktif bersama & mengorganisasikan kelas ke tugas-tugas. Guru yang efektif membangun & mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif.
6. Keahlian Motivasional
Guru harus memiliki strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar. Motivasi paling baik didorong dengan memberikan kesempatan murid untuk belajar di dunia nyata, agar setiap murid berkesempatan menemui sesuatu yang baru dan sulit (Brophy, 1998). Guru yang baik akan memberi muridnya kesempatan untuk berfikir kreatif & mendalam untuk proyek mereka sendiri (Runco, 1999).
7. Keahlian Komunikasi
Dalam mengajar diperlukan keahlian dalam berbicara, mendengar, mengatasi hambatan komunikasi verbal, memahami komunikasi non-verbal dari murid & mampu memecahkan konflik secara konstruktif. Guru yang efektif menggunakan keahlian komunikasi yang baik saat mereka berbicara dengan murid, orang tua, administrator, dll.
8. Bekerja Secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultural yang Berlainan
Guru yang efektif mendorong muridnya agar menjalin hubungan positif dengan murid yang berbeda. Selain itu, guru juga harus memikirkan cara agar upaya itu berhasil. Guru yang efektif membimbing murid untuk berfikir secara kristis tentang isu kulutral & etnis, dan mereka berusaha mengurangi bias, menanamkan sikap saling menerima serta bertindak sebagai mediator kultural (Banks, 2001, 2002). Guru juga harus menjadi perantara antara kultu sekolah dengan kultur dari murid tertentu, terutama mereka yang kurang sukses secara akademik (Diaz, 1997)
9. Keahlian Teknologi
Dalam proses belajar di kelas, guru mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan komputer. Integrasi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid, termasuk kebutuhan mempersiapkan murid untuk mencari pekerjaan di masa depan, yang akan sangat membutuhkan keahlian teknologi & keahlian berbasis komputer (Maney, 1999). Disamping itu, guru juga harus tau bagaimana cara menggunakan komputer & cara mengajar murid untuk menggunakan komputer sebagai sarana menulis & berkreasi. Guru juga harus memahami dengan baik berbagai perangkat lainnya untuk mendukung pembelajaran murid yang cacat.
10. Komitmen dan Motivasi
Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. Hal ini mencakup sikap yang baik & perhatian kepada murid. Komitmen & motivasi dapat membantu guru untuk melewati masa-masa yang sulit & melelahkan dalam mengajar. Guru yang efektif juga mempunyai kepercayaan diri teradap kemampuan mereka & tidak akan membiarkan emosi negative melunturkan motivasi mereka.
http://www.meteorika.com/2013/08/tentang-psikologi-pendidikan.html
Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan. Jakarta: KENCANA Prenada Media Group.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar